twitter
rss


   

Sinergi, inilah barangkali kata pasti yang yang mesti didengungkan di antara orang tua dan guru sebagai sebuah tim yang akan menyukseskan pendidikan anak-anak. Sebuah tim dikatakan mempunyai sinergis jika masing-masing anggota tim mempunyai kesamaan tujuan, adanya komunikasi yang intens dan setiap anggota mengetahui dan memahami peran masing-masing.
Berangkat dari kebutuhan tentang sinergitas di atas, “guru dan orang tua”, kami telah melakukan pengumpulan data tentang harapan dan permohonan
guru kepada orang tua terkait dengan optimalisasi proses pendidikan anak. Dengan informasi ini orang tua minimal mengetahui apa saja yang dapat membantu guru di dalam proses pendidikan tersebut dan apa saja yang harus dihindarkan oleh mereka.
Sebagai responden dari data di atas adalah beberapa guru di SD Islam Al Hikmah, SDIT Insan Kamil, TKIT Insan Kamil, SD Islam At Taqwa dan SD Al Haq Sidoarjo.

 Sikap Ideal Orang Tua
Bagi beberapa guru yang telah kami jadikan responden, sikap yang paling baik bagi orang tua terkait proses pendidikan anak-anak mereka adalah sikap informatif dan komunikatif. Lebih dari 80 % responden menyebutkan sikap ini, karena bagi mereka sikap ini akan sangat mempermudah guru-guru untuk mendapatkan informasi sesungguhnya tentang anak. Ibarat seseorang yang tidak mau membeli kucing di dalam karung, maka mereka meminta penjual untuk membuka karung tersebut baru mereka akan mempertimbangkan harganya.
Dengan informasi yang lengkap dari orang tua, maka guru-guru akan lebih mudah melakukan penanganan terhadap anak. Mereka tidak sibuk lagi untuk membuka karung, karena orang tua telah mengeluarkannya dari dalam karung.
Selanjutnya sikap kedua yang paling banyak responden (guru) harapkan dari orang tua adalah kooperatif. Sikap kooperatif ini disebutkan oleh hampir 60 % dari seluruh responden. Bagi guru kerja sama orang tua di dalam mendidik anak adalah sebuah keniscayaan. Seorang responden bahkan menyebutkan mana bisa seorang anak yang mengalami masalah tentang kesulitan belajar, semua beban tersebut diberikan kepundak guru, padahal seringkali kesulitan belajar tersebut berangkat dari masalah di rumah.
Sikap ketiga yang paling sering disebut oleh responden (guru) adalah sikap perhatian. Sebanyak 30 % dari seluruh responden yang mengharapkan orang tua untuk lebih perhatian kepada anaknya. Seorang responden (guru) bahkan mengatakan ada orang tua yang seakan-akan menyerahkan seluruh pendidikan anak kepada guru, mengantar setiap hari putranya dan menjemputnya pada sore hari. Sementara waktu antara pukul 07.00-16.00 semua adalah tanggung jawab sekolah.
Beberapa sikap lain yang sempat disebut dan diharapkan oleh beberapa guru terhadap orang tua adalah kejujuran untuk memberikan informasi tentang anak, sabar menghadapi anak dan terbuka untuk menerima masukan dari guru.

Jenis Informasi
Bagi sebagian orang informasi bagaikan sebilah pedang yang tajam. Dengan pedang tersebut ia dapat melakukan tugasnya dengan lebih mudah dan lebih cepat. Beberapa manajer perusahan akan menunggu datangnya informasi akurat untuk membuat sebuah keputusan akhir. Begitu pula guru, sikap orang tua yang paling disenanginya adalah orang tua yang komunikatif dan informatif.
Kemudian jenis informasi apakah yang paling diharapkan guru dari orang tua? Jenis informasi yang paling dibutuhkan oleh sebagian besar guru dari wali murid adalah informasi tentang kebiasaan dan perilaku anak di rumah. Hampir mendekati 85 % dari responden menuliskan informasi tentang kebiasaan dan perilaku anak di rumah. Dengan informasi ini guru dapat menindaklanjutinya di sekolah. Ada beberapa anak yang mempunyai perangai santun di sekolah, namun di rumah peragai anak tersebut berubah sama sekali atau sebaliknya. Kondisi seperti inilah yang dapat ditindaklanjuti guru untuk dilakukan perbaikan dan dialog antara guru dan orang tua.
Informasi tentang belajar anak di rumah juga mendapatkan nilai yang tinggi dari para responden. Prosentasi untuk informasi ini mencapai 40 % responden (guru) menulisnya. Seorang guru menulis alasan untuk memilih informasi ini karena ia dapat memastikan bahwa anak didiknya dapat belajar di rumah dengan baik.
Beberapa informasi lain yang sempat ditulis beberapa guru adalah informasi tentang pelaksanaan ibadah anak di rumah, informasi tentang tanggung jawab dan kemandirian anak serta informasi tentang cara anak menghabiskan waktu libur di rumah.

Bantuan Orang Tua
Bagian inilah barangkali yang paling sulit disampaikan guru kepada para orang tua. Kelihatannya para guru tidak membutuhkan banyak bantuan dari orang tua, tetapi sebenarnya banyak hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu guru di dalam proses pendidikan putra-putri mereka.
Lebih dari 35 % responden (guru) menuliskan bahwa bantuan yang paling mereka harapkan dari orang tua adalah melengkapi fasilitas belajar anak di sekolah. Fasilitas ini dapat berupa peralatan yang dipergunakan oleh putra-putri mereka secara pribadi, seperti kelengkapan buku pelajaran, pulpen dan lain-lain, maupun fasilitas sekolah secara umum. Beberapa sekolah belum mempunyai perpustakaan dengan jumlah buku yang memadai atau beberapa alat peraga untuk pembelajaran belum dimiliki sekolah tersebut. Uluran tangan orang tua untuk fasilitas sekolah masih sangat diharapkan, termasuk di sekolah yang sudah maju sekalipun.
Bantuan lain yang juga diharapkan guru dari orang tua walaupun dengan prosentasi hanya 25 % yang menulisnya adalah meningkatkan kesabaran di dalam mendidik putranya. Beberapa guru menangkap beberapa orang tua yang kurang sabar di dalam menghadapi sikap anak yang cenderung aktif. Sikap ini justru menghambat guru di dalam proses pendidikan anak-anak tersebut.
Beberapa jenis bantuan yang diharapkan guru walaupun dalam persentase yang lebih kecil adalah orang tua dimohon untuk lebih memahami karakter anak, selalu membimbing dan memotivasi mereka, dan melakukan kontrol terhadap program-program pembiasan positif di rumah.

PR Anak
Banyak orang tua menganggap bahwa putranya belum belajar jika belum mengerjakan PR dari gurunya, sehingga sebagian mereka selalu menuntut guru untuk memberikan PR bagi putra-putri mereka. Sebenanrya apa saja harapan dan himbauan guru untuk orang tua terkait dengan PR anak-anak?
Harapan guru tentang PR kepada orang tua adalah meminta orang tua untuk tidak mengerjakan PR anaknya. Jumlah responden (guru) yang menulis untuk tidak mengerjakan PR anak sebesar 55 % . Harapan ini supaya guru dapat mengetahui tentang pemahaman anak tersebut terhadap materi yang telah diajarkan, di samping supaya anak mempunyai sikap bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan kepadanya.
Sebesar 50 % dari responden (guru) yang menulis harapannya bagi orang tua untuk mendampingi dan memotivasi saat putra-putri mereka mengerjakan PR. Harapan ini tampaknya berangkat dari fenomena masih banyaknya anak yang belum mempunyai kemandirian dan tanggung jawab di dalam mengerjakan PR.
Beberapa harapan guru untuk orang tua terkait dengan PR anak adalah tidak menyalahkan di saat anak mengalami kesulitas di dalam mengerjakan PR, membuat kondisi rumah mendukung bagi belajar anak, dan orang tua diharapkan mengetahui tentang batasan mata pelajaran.

Buku Penghubung

Posisi Buku Penghubung antara guru dan orang tua ibarat posisi sebuah jembatan yang menghubungkan dua desa yang dipisahkan oleh sebuah sungai besar. Kedua desa tersebut sebenarnya dapat dihubungkan dengan perahu atau sampan kecil, namun dengan adanya jembatan hubungan lebih mudah untuk dilakukan
Namun demikian, tidak semua orang tua yang telah menggunakan buku penghubung sebagai jembatan komunikasi antara guru dan orang tua, sehingga tentang buku penghubung mayoritas responden (guru) menghimbau para orang tua untuk mengisi buku penghubung. Jumlah guru yang menulis himbauan ini adalah 75 %, hal ini memberi indikasi masih banyaknya orang tua yang belum mengisinya.
Himbauan lain yang cukup besar jumlah respondennya (65 %) terkait dengan buku penghubung adalah himbauan untuk cepat merespon catatan yang terdapat dalam buku penghubung. Himbauan ini penting karena sangat terkait dengan tindak lanjut yang harus segera dilakukan oleh orang tua dan guru terkait dengan perilaku anak.
Beberapa harapan lain terkait dengan buku penghubung adalah meminta orang tua untuk mengisinya setiap hari tidak seminggu sekali, keengganan orang tua untuk menyampaikan kejadian-kejadian penting terkait dengan aktivitas anak di rumah, dan mengisi buku penghubung yang tidak sesuai dengan kondisi anak sebenarnya.
Harapan dan Saran untuk Orang tua
Ada beberapa harapan dan saran yang sempat ditulis oleh responden (guru) untuk orang tua yang terkait dengan proses pendidikan putra-putri mereka, di antara harapan bagi orang tua adalah ;

Meningkatkan kesabaran saat berhadapan dengan anak, baik pada saat mendampingi anak ketika belajar, maupun menghadapi perilaku-perilaku aktif anak
Membangun sikap positif terhadap anak, sikap positif ini dapat berupa sikap percaya akan kemampuan anak, membiasakan perilaku-perilaku positif, dan meningkatkan kepercayaan diri anak
Sering melakukan konsultasi dengan pihak sekolah, terutama kepada guru tentang hal-hal yang kurang dipahami akan perilaku dan sikap anak
Memberikan kepercayaan yang penuh kepada sekolah tentang apa-apa yang diusahakan di dalam proses pendidikan putra-putri mereka
Menghindari sifat reaktif bila ada informasi/laporan dari anak dan orang lain
Menyelaraskan perlakuan terhadap anak antara di sekolah dan di rumah. Perlakuan yang tidak sama antara rumah dan sekolah dapat menjadikan anak mempunyai kepribadian ganda.
Orang tua hendaknya menjadi teladan bagi anak-anak, dengan mengajak mereka melakukan ibadah bersama-sama.
Meningkatkan kedekatan dengan anak, sehingga anak merasa bahwa orang tua bukan sekedar figur dan status, tetapi menjadi tempat bagi anak untuk bercerita, bertukar fikiran dan meminta pertimbangan.
*http://griyaparenting.com/

0 komentar:

Posting Komentar