Proposalnya bisa di download disini
PROPOSAL
HALAL BI HALAL
JARINGAN
SEKOLAH ISLAM TERPADU (JSIT KORDA IV)
TAHUN
2013/1434 M
I.
PENDAHULUAN
Segala
puji bagi Allah Rabb sekalian alam. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah
pada junjungan kita rosulallah, Muhammad SAW.
Halal
bi halal merupakan salah satu tradisi baik baik perlu kita lestarikan. Halal bi
halal juga bisa diartikan sebagai alat untuk bersilaturakhim. Kegiatan halal bi
halal sendiri biasa dilaksanakan oleh msyarakat kita setiap tahunnya, yaitu
pada saat idul fitri atau bulan syawal.
Berangkat dari kebutuhan tentang sinergitas di atas, “guru dan orang tua”, kami telah melakukan pengumpulan data tentang harapan dan permohonan
Dalam
bidang tahfizul Qur’an SDIT Buah Hati
memiliki target agar setip peserta didik minimal telah hapal Juz ‘Amma ketika lulus. Untuk itu
diperlukan pula Ustadz-Ustadzah yang
telah mendalami ulumul Qur’an, termasuk tahfizul Qur’an. Di samping itu, ustadz-ustadzah SDIT Buah Hati juga harus memiliki hapalan yang
bagus akan al-Qur’an.
Setidak-tidaknya lebih dari yang ditargetkan kepada peserta didik.
Berkaitan
dengan hal tersebut, SDIT Buah Hati, pada Hari Ahad, tanggal 24 Februari 2013
kemarin telah mengirimkan dua ustadz (Ustadz Surahman dan Ustadz Ujang) dan 3
ustadzah (Ustadzah Risna, Ustadzah Sugiarti dan Ustadzah Rosa) untuk mengikuti
Pelatihan Cepat Menghapal Al-Qur’an dengan Otak Kanan. Acara tersebut
diselenggarakan dan bertempat di SMP IT Assalaam Pemakolangan. Semoga dapat
ilmu yang telah diperoleh dapat disebarkan ke kawan-kawan dan mendukung program
tahfidzul Qur’an di SDIT Buah Hati.
Struktur kurikulum sekolah dasar (SD) terbaru memiliki ciri khas khusus, bahwa semua mata pelajaran dipadukan dalam tema. Meski pun tampak ada 8 mata pelajaran yang dikelompokkan menjadi kelompok A dan B, pendekatan mengajar guru harus bersifat tematik sesuai ketentuan Kemdikbud.
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد
Dua Jalan Hidup yang Kita Jalani
Allaah Subhaanahu wa Ta’aala memberikan dua jalan kehidupan pada manusia untuk dipilih dan dijalani, yakni jalan fasik dan jalan takwa. Sehingga setiap manusia akan menjalani kehidupan dengan dua jalan tersebut dan ia akan diminta pertanggungjawabannya.
Allaahu ‘Azza wa Jalla telah menjelaskan dalam firman-Nya,
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاها قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
Artinya: “Dan (demi) jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu (dengan ketakwaan) dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya (dengan kefasikan).” [Qs Asy Syam/91: 7-10]
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ
وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Hasyr/59 : 18)
1. Pembuatan Keputusan Ideal. Proses pembuatan keputusan hendaknya melibatkan berbagai unsur yang terlibat dalam organisasi sekolah dengan menghidupkan sikap dan perilaku mulia berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah. Keputusan yang didasarkan kepada hasil musyawarah dan kesepakatan bersama akan memiliki pengaruh yang kuat dalam proses implementasinya. Oteng Sutisna (1983:149) menyatakan bahwa “suatu putusan sebenarnya proses memilih tindakan tertentu antara sejumlah tindakan alternatif yang mungkin.” Pembuatan keputusan merupakan salah satu fungsi manajemen yang harus dilakukan oleh penyelenggara sekolah yang memiliki dampak pada organisasi. Sebab proses pembuatan keputusan merupakan suatu usaha untuk mencapai tujuan-tujuan dari unit yang menjadi tanggung jawabnya. Prosedur yang dilakukan dalam pembuatan keputusan adalah: (1) menentukan masalah, (2) menganalisa situasi yang ada, (3) mengembangkan alternatif-alternatif kemungkinan, (4) menganalisa alternatif-alternatif kemungkinan, dan (5) memilih alternatif yang paling mungkin.
Langganan:
Postingan (Atom)

